Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Cerpen

Mata Pelajaran                 : Bahasa Indonesia

Kelas/Semester                 : IX/I

Pertemuan Ke                  : 14 (Empat Belas)

Alokasi Waktu                 : 2 x 45 menit

Tujuan Pembelajaran :

  1. Kognitif

Proses

Setelah membaca cerpen yang disajikan, siswa diharapkan mampu menemukan unsur-unsur intrinsik dan ekstrinsik yang terdapat di dalam cerpen

Produk

Setelah membaca dan membahas hasil pencapaian tujuan proses di  atas, siswa diharapkan mampu menuliskan kembali unsur-unsur intrinsik yang telah ditemukan.

  1. Psikomotor

Secara berkelompok siswa dapat menyampaikan unsur intrinsik dan ekstrinsik cerpen yang disediakan dalam LKS 1: psikomotor.

  1. Afektif

Karakter

Siswa terlibat aktif dalam pembelajaran dengan memperhatikan kemajuan dalam perilaku seperti kerja sama, teliti dan tanggap.

  1. Keterampilan sosial

Siswa terlibat aktif dalam pembelajaran dengan memperlihatkan kemajuan dalam kerampilan menyampaikan hasil diskusi dengan bahasa yang baik dan benar, bekerja sama dalam kelompoknya, dan membantu teman yang mengalami kesulitan.

Unsur Intrinsik Karya Sastra

            adalah unsur-unsur yang secara organik membangun sebuah karya sastra dari dalam

    Contoh unsur intrinsik

  1. tokoh
  2. alur
  3. latar,
  4. judul
  5. sudut pandang
  6. gaya dan nada

   Secara umum unsur-unsur intrinsik karya sastra prosa adalah:

  1. Tokoh /karakter
  2. Alur / plot
  3. latar/ setting
  4. sudut pandang (point of view)
  5. tema
  6. amanat

Karakter adalah orang yang mengambil bagian dan mengalami peristiwa-peristiwa atau sebagian peristiwa-peristiwa yang digambarkan di dalam plot.

Plot adalah rangkaian peristiwa yang satu sama lain dihubungan dengan hukum sebab-akibat.

Latar adalah latar peristiwa yang menyangkut tempat, ruang, dan waktu. Tema adalah gagasan pokok yang terkandung dalam drama yang

berhubungan dengan arti (mearning atau dulce) drama itu; bersifat lugas, objektif, dan khusus.

Amanat adalah pesan yang hendak disampaikan oleh pengarang kepada pembaca yang berhubungan dengan makna (significance atau utile) drama itu; bersifat kias, subjektif, dan umum.

    PEMBEDAAN TOKOH

  1. Dilihat dari segi peranan/ tingkat pentingnya/ keterlibatan dalam cerita
  2. Tokoh utama (main/ central character) yaitu tokoh yang diutamakan penceritaannya
  3. Tokoh tambahan (peripheral character) yaitu penceritaan relatif pendek (tidak mendominasi)
  4. Dilihat dari fungsi penampilan tokoh
  5. Protagonis

memberikan simpati, empati, melibatkan diri secara emosional terhadap tokoh tersebut. Tokoh yang disikapi demikian disebut tokoh protagonis.

  1. Antagonis
  2. tokoh yang menyebabkan terjadinya konflik
  3. beroposisi dengan tokoh protagonis
  4. Peran antagonis dibedakan menjadi dua, yaitu:
  5. tokoh antagonis
  6. kekuatan antagonis (tak disebabkan oleh seorang tokoh)

          Contoh: bencana alam, kecelakaan, nilai-nilai sosial, lingkungan alam, nilai moral, kekuasaan dan kekuatan yang lebih tinggi, dan sebagainya.

  1. Berdasarkan Perwatakannya
  2. Tokoh Sederhana/ Simple/ Flat

Tokoh yang hanya mempunyai satu kualitas pribadi (datar, monoton, hanya mencerminkan satu watak tertentu). Biasanya dapat dirumuskan dengan satu kalimat

  1. Tokoh Bulat/ Complex/ RoundDiungkap berbagai kemungkinan sisi kehidupan, kepribadian, dan jati dirinya. Bertentangan, sulit diduga, dan mempunyai unsur surprise.

Keduanya tidak bersifat bertentangan, hanya merupakan gradasi saja.

  1. Berdasarkan berkembang atau tidaknya perwatakan tokoh
  2. Tokoh Statis

adalah tokoh tak berkembang yang secara esensial tidak mengalami perubahan atau perkembangan perwatakan sebagai akibat peristiwa-peristiwa yang terjadi.

  1. Tokoh Berkembang

mengalami perkembangan perwatakan dalam penokohan yang bersifat statis biasanya dikenal tokoh hitam dan tokoh putih

  1. Berdasarkan Kemungkinan Pencerminan Tokoh terhadap Manusia dari Kehidupan Nyata
  2. Tokoh Tipikal

Pada hakekatnya dipandang sebagai reaksi, tanggapan, penerimaan, tafsiran pengarang terhadap tokoh manusia di dunia nyata. Contoh guru, pejuang, dan lain-lain.

  1. Tokoh Netral

Tokoh cerita yang bereksistensi demi cerita itu sendiri. Ia benar-benar merupakan tokoh imajiner

UNSUR EKSTRINSIK

Unsur ekstrinsik adalah unsur yang membangun karya sastra dari luar

UNSUR-UNSUR EKSTRINSIK

  1. Latar Belakang Penciptaan adalah kapan karya sastra tersebut diciptakan
  2. Kondisi masyarakat pada saat karya sastra diciptakan adalah keadaan masyarakat baik itu ekonomi, sosial, budaya,politik pada saat karya sastra diciptakan
  3. Pandangan hidup pengarang/Latar belakang pengarang

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *